![]() |
| Sumber Foto : Istimewa |
WARTAALENGKA, Cianjur - Dalam upaya menumbuhkan kepedulian sosial dan mematahkan stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Al-Azhary Cianjur Kelompok 8 Desa Murnisari menggelar kunjungan kemanusiaan Ke Yayasan Pondok Nurani Kemanusiaan pada Sabtu (01/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kepedulian ini diawali dengan diskusi bersama pemilik sekaligus pendiri Yayasan. Dalam historisnya tidak mudah mendirikan dan menjalankan sebuah Yayasan yang kerap kali mendapatkan stigma negatif dari masyarakat sekitar yang berlatar belakangkan rasa takut dan tidak nyaman. Diskusi ini juga memberikan pemahaman baru bagi Mahasiswa KKN Kelompok 8 mengenai kondisi Pasien ODGJ.
“ODGJ seringkali mereka mengidap Skizofrenia dimana mereka tidak mampu membedakan mana khayalan dengan dunia nyata, hal ini ditunjukan dengan gejala seperti Halusinasi, Delusional, hingga Gangguan Proses Berpikir yang memiliki masa pemulihan lebih lambat” Ungkap pemilik Yayasan.
Setelah diskusi yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya perhatian penanganan bagi orang yang memiliki gejala gangguan jiwa, kegiatan dilanjutkan dengan mengumpulkan pasien ODGJ yang berjumlah lebih dari 70 orang menuju Aula. Menariknya, ternyata mengarahkan pasien ODGJ untuk ke Aula jauh lebih mudah dan kooperatif tidak seperti yang dibayangkan banyak orang mengenai sulitnya merawat pasien ODGJ. Itu disebabkankan karena penanganan yang tepat dan terapi yang diberikan oleh Yayasan kepada pasien sehingga mereka dapat mengontrol emosi mereka. Berkumpulnya pasien di Aula memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk berinteraksi langsung dan mendengarkan cerita perjalanan hidup yang masih diingat oleh pasien.
Sebelum berpamitan Mahasiswa memberikan makanan ringan yang telah disiapkan hasil dari sedekah subuh yang rutin dikumpulkan oleh setiap Mahasiswa KKN kelompok 8 sebelum akhirnya disedekahkan setelah satu minggu. Pengalaman yang sangat berharga dan penuh makna ini memberikan kesan yang mendalam bagi Mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun memberikan kepedulian terhadap kesehatan jiwa dan mental orang disekitar.
Pesan yang didapatkan dari aksi ini adalah bahwa Pasien ODGJ hanyalah orang yang membutuhkan penanganan khusus untuk mengembalikan kestabilan emosi dan pikiran mereka, namun dengan adanya gangguan jiwa pun tidak menghilang IQ, bakat, dan kemampuan seseorang. (WA/RSD)
