Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Islam Di Era Modern

Oleh: M. Adam Pahrijal, M Iklil Najibul Milal, Rahma Isma Fauziah, Yayu Wulandari

ABSTRAK

Tulisan ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam perspektif Islam, yang menempatkan guru sebagai pewaris para nabi dengan tugas utama membimbing peserta didik menuju keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka (library research) dengan menelaah sumber primer Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kedudukan mulia, berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan. Guru PAI juga dituntut memiliki kompetensi spiritual, pedagogis, dan moral. Tantangan era modern menuntut guru PAI untuk lebih profesional serta mampu berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi.

Kata Kunci: Guru PAI, Perspektif Islam, Pendidikan, Akhlak, Profesionalisme

ABSTRACT

This paper examines the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers from an Islamic perspective, which positions teachers as the heirs of the prophets, with the primary task of guiding students toward faith, knowledge, and noble morals. The research method employed library research, examining primary sources such as the Quran, hadith, and Islamic educational literature. The results indicate that PAI teachers hold a noble position, serving as educators, guides, and role models. PAI teachers are also required to possess spiritual, pedagogical, and moral competencies. The challenges of the modern era demand that PAI teachers be more professional and innovative in developing technology-based learning methods.

Keywords: PAI Teachers, Islamic Perspective, Education, Morals, Professionalism

PENDAHULUAN

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan nasional. Keberhasilan pendidikan agama sangat ditentukan oleh kualitas guru PAI sebagai pendidik sekaligus teladan. Dalam Islam, guru dipandang sebagai waratsatul anbiya’ (pewaris para nabi), sehingga tugas guru tidak sebatas transfer ilmu, melainkan juga transfer nilai dan akhlak.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana peran guru PAI dipahami dalam perspektif Islam serta tantangan apa yang dihadapi di era modern. Penelitian ini berfokus pada analisis peran, kedudukan, karakteristik, dan tantangan guru PAI menurut ajaran Islam.

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam pandangan Islam, pendidikan yang merupakan proses awal Allah SWT sebagai rabb al„alamin, yakni menciptakan para Nabi dan Rasul untuk mendidik, memelihara, dan mengasuh seluruh manusia di bumi ini. Dalam bentuk kata benda Rabb (Tuhan) dan murabby (mendidik), sebagaimana yang termuat dalam Al-Qur„an surat Al-Isra„: [17] :24 yang berbunyi dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Q.S. Al-Isra„ [17] : 24)

Maka dari itu, guru pendidikan agama Islam adalah seorang pendidik yang bertanggung jawab penuh dalam perkembangan jasmani dan rohani guna merubah tingkah laku individu sesuai dengan ajaran agama Islam agar tercapainya tingkat kedeasaan serta membentuk kepribadian muslim yang berbudi pekerti yang baik dan dapat memahami, menghayati, serta menerapkan pembelajaran yang sudah diperoleh dalam hidup sehari-hari dan ajaran agama tersebut dijadikan sebagai pedoman, dan petunjuk hidup sehingga memperoleh kebahagaiaan dunia dan akhirat. 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari:

·      Sumber primer: Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab klasik.

·      Sumber sekunder: jurnal, buku pendidikan Islam, dan artikel terkait.

Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan pendekatan deskriptif-analitis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Kedudukan Guru PAI dalam Islam

·      Guru dipandang sebagai pewaris nabi (HR. Abu Dawud).

·      Al-Qur’an (QS. Al-Jumu’ah [62]:2) menekankan fungsi Rasulullah sebagai pendidik umat, yang menjadi teladan bagi guru PAI.

B.    Peran dan Fungsi Guru PAI

·      Mu’allim (pengajar ilmu agama).

·      Murabbi (pembina iman dan akhlak).

·      Mursyid (pembimbing spiritual).

·      Uswah hasanah (teladan dalam sikap dan perilaku).

C.   Karakteristik Guru PAI Ideal

·      Memiliki ilmu yang luas (QS. Al-Mujadilah [58]:11).

·      Ikhlas dalam mengajar.

·      Menjadi teladan akhlak mulia.

·      Konsisten dan sabar.

·      Menguasai metode pedagogis modern.

D.   Tantangan Guru PAI di Era Modern

·      Pengaruh globalisasi dan teknologi digital.

·      Degradasi moral generasi muda.

·      Tuntutan profesionalisme sesuai standar nasional pendidikan.

·      Kebutuhan inovasi dalam pembelajaran berbasis teknologi (blended learning, media digital Islami).

KESIMPULAN

Guru PAI dalam perspektif Islam memiliki kedudukan mulia sebagai pewaris para nabi. Tugasnya bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing akhlak, spiritualitas, dan kepribadian Islami peserta didik. Karakteristik guru PAI ideal meliputi kompetensi ilmiah, spiritual, moral, dan pedagogis. Di era modern, guru PAI dituntut untuk profesional, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an al-Karim.

Abu Dawud. Sunan Abu Dawud.

Azra, Azyumardi. (2012).

Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi. Jakarta: Kencana.

Ramayulis. (2018). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Zuhairini. (2015). Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(WA/Ow)

Lebih baru Lebih lama