![]() |
| Sumber Foto: diunduh dari ikpi.or.id |
WARTAALENGKA, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara
sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin
(14/9/2026) sore. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan menjadi figur
ketiga yang menduduki kursi Menteri Keuangan dalam 23 bulan pemerintahan
Prabowo.
Pelantikan Suahasil dilakukan berdasarkan Keputusan
Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri
Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Acara tersebut
dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sejumlah anggota Kabinet Merah
Putih, serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Sebelum dilantik, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri
Keuangan. Ia menggantikan Purbaya yang menjabat sekitar 12 bulan setelah
sebelumnya kursi Menteri Keuangan ditempati Sri Mulyani Indrawati selama 11
bulan pada awal pemerintahan Prabowo.
Seusai pelantikan, Suahasil mengatakan arahan utama
Presiden adalah menjaga keuangan negara, terutama kesehatan dan kredibilitas
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. APBN, kata dia, harus mampu membiayai
program pemerintah tanpa kehilangan kepercayaan publik dan pasar.
”Arahan
khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya,
menjaga kesehatan, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. Jadi,
APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program
pemerintah,” kata Suahasil.
Suahasil
juga menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen.
Menurut dia, Kementerian Keuangan akan melanjutkan kerja pengelolaan fiskal
yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memastikan belanja
negara digunakan secara efisien dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
”Prioritasnya
adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi, saya akan terus menjalankan APBN
yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan
memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas
pemerintah,” ujar Suahasil.
Pergantian Menteri Keuangan dalam waktu relatif singkat menjadi perhatian pasar dan pengamat ekonomi. Suahasil menyebut pergantian ini sebagai kelanjutan, bukan perubahan arah besar, karena dirinya selama ini berada di dalam Kementerian Keuangan. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menilai publik akan menunggu bukti reformasi fiskal, terutama pada pengelolaan belanja program prioritas berbiaya besar dan kemampuan pemerintah menjaga batas defisit APBN. Keberhasilan Suahasil akan banyak ditentukan oleh kemampuannya menjaga disiplin fiskal, memperkuat komunikasi publik, dan memastikan APBN tetap dipercaya di tengah tekanan pembiayaan program pemerintah. (WA/Adm)
