Rusia Bela Iran Habis-habisan, Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Militer di Timur Tengah

Sumber Foto: diunduh dari aa.com.tr

WARTAALENGKA, Moscow - Rusia dengan tegas membela hak Iran untuk mempertahankan diri dan menuntut Amerika Serikat serta Israel menghentikan aksi militer mereka di kawasan Timur Tengah. Pernyataan keras itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam sebuah konferensi pers, Kamis.

Zakharova menyebut Iran memiliki landasan hukum internasional yang sah untuk membela diri. "Kami menganggap penting untuk menegaskan kembali hak Republik Islam Iran, dan juga semua negara lain, untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB," kata Zakharova. Ia juga menegaskan Rusia akan terus mengambil langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur, menurut Zakharova, tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apapun. "Kami menganggap serangan terhadap target sipil dan infrastruktur di Iran, negara-negara Arab tetangga, dan di mana pun tidak dapat diterima. Kami menyerukan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi militer dan kembali ke meja perundingan," ujarnya. Zakharova turut memperingatkan bahwa konflik yang terus melebar bisa memicu bencana lingkungan dan bahaya radiologis bagi seluruh kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Moskow ini merespons eskalasi yang terjadi sejak 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran tidak tinggal diam, membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya berdalih serangan itu diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran. Namun belakangan keduanya terang-terangan menyatakan operasi tersebut juga bertujuan mendorong pergantian kekuasaan di Teheran, sebuah pernyataan yang semakin memperkeruh reaksi dunia internasional.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah mengecam tindakan AS-Israel, termasuk pembunuhan Khamenei, sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Senada dengan Putin, Kementerian Luar Negeri Rusia secara resmi mengutuk seluruh operasi tersebut dan mendesak dilakukannya deeskalasi segera serta penghentian permusuhan secara menyeluruh. (WA/adm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama