![]() |
Sumber Foto: Kompas |
WARTAALENGKA,
JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan
hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto belum pernah menawarkan posisi kepada
Golkar untuk mengisi jabatan di Kementerian Haji dan Umrah, kementerian baru
yang lahir dari transformasi Badan Penyelenggara (BP) Haji setelah pengesahan
Undang-Undang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
“Sampai
dengan hari ini belum ada pembicaraan itu,” kata Bahlil kepada wartawan usai
menghadap Presiden Prabowo bersama jajaran pengurus pusat Partai Golkar di Istana
Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Bahlil
mengungkapkan, pertemuannya dengan Presiden Prabowo tidak secara spesifik
membahas kursi kementerian. Sebaliknya, diskusi lebih banyak menyinggung arah
koalisi pemerintahan ke depan.
“Kita
berbicara tidak hanya sekarang, tetapi juga berbicara tentang bagaimana koalisi
ke depan itu ke arah yang lebih baik dan produktif,” ujar Bahlil.
Ia
menambahkan, pembahasan yang berlangsung selama dua jam itu diarahkan untuk
mendukung penuh program-program Presiden yang terangkum dalam Asta Cita. “Sudah
barang tentu tadi kita lakukan semua dalam rangka bagaimana bisa kita
mewujudkan apa yang menjadi program-program Bapak Presiden,” kata Bahlil.
Koalisi
pendukung pemerintah saat ini terdiri dari Koalisi Indonesia Maju yang dihuni
Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai
Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, serta Partai Rakyat Adil Makmur.
Beberapa partai lain juga bergabung, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa, Partai
Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan. Belakangan, PDI
Perjuangan juga menyatakan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo.
Selain
soal koalisi, Bahlil menyebut pertemuan itu juga membahas sejumlah program
prioritas pemerintah, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, program Makan
Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat.
“Kita juga mendiskusikan tentang bagaimana sistem politik yang ideal ke depan,” ujarnya, menyebut pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana yang konstruktif. (WA/Ow)