![]() |
| Sumber Foto: diunduh dari threads huu_manies |
WARTAALENGKA, Singapura - Karsa City Lab resmi menjalin kerja sama dengan Google untuk mendukung pengembangan sejumlah kota dan wilayah di Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di kantor Google di Singapura.
Inisiatif kolaborasi ini mencakup sembilan kota dan wilayah strategis, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Medan, Malang, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali. Program ini difokuskan pada pembenahan aksesibilitas jalan, kelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi perkotaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dalam skema kerja sama ini, Google menyediakan wawasan teknis dan data geospatial. Sementara itu, Karsa City Lab bertindak menghubungkan aspirasi pemerintah daerah serta komunitas warga untuk dirumuskan dalam satu meja perencanaan bersama.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang tercantum sebagai Founder & Advisor Karsa City Lab, menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi prinsip utama lembaga tersebut dalam mendorong transformasi tata ruang dan kebijakan perkotaan.
Anies menyatakan optimismenya terhadap potensi perkembangan wilayah di Tanah Air agar mampu bersaing di tingkat internasional. "Kami yakin kota-kota Indonesia layak sejajar dengan kota-kota global lainnya. Melalui Karsa City Lab, kami akan membuktikannya."
Karsa City Lab merupakan lembaga yang bergerak di bidang pengembangan kota, kebijakan perkotaan, riset, mobilitas, lingkungan, tata kelola, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Integrasi data geospatial milik Google diharapkan dapat memberikan dasar analisis yang presisi bagi pembuat kebijakan daerah.
Penggunaan data geospatial dalam perencanaan wilayah menjadi langkah krusial untuk mengurai persoalan kronis perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas, kelestarian lingkungan, hingga pemetaan area bernilai ekonomi tinggi. Efektivitas program ini nantinya bergantung pada sejauh mana hasil riset dan rekomendasi teknis dapat diadaptasi oleh masing-masing pemerintah daerah.
Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi model baru sinergi antara teknologi global dan pemangku kepentingan lokal dalam mewujudkan tata kelola kota yang berkelanjutan serta adaptif terhadap kebutuhan warganya. (WA/Adm)
